Perkuat Kompetensi, 104 Calon Kepala Sekolah di Kubu Raya Ikuti Diklat

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Kepala sekolah menjadi satu di antara kunci keberhasilan perjalanan pendidikan. Karena itu, program pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala sekolah diharapkan mampu menumbuhkan perspektif yang tepat sekaligus memperkuat sikap manajerial yang benar dan relevan dengan zaman. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat menghadiri penutupan Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Jenjang SD dan SMP Kabupaten Kubu Raya di Hotel Dangau Kubu Raya, Rabu (16/6). 

“Era sekarang membutuhkan kepemimpinan yang lebih apresiatif dan progresif. Mengingat di era cepat saat ini tentu banyak adaptasi yang harus disesuaikan dan dibutuhkan cara untuk lebih cerdas dan responsif serta efektif dengan cara berpikir yang solutif,” kata Bupati Muda di Sungai Raya, Rabu (16/6).

Diklat Calon Kepala Sekolah (CKS) diikuti sebanyak 104 calon kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kubu Raya. Diharapkan melalui Diklat para peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi kepala sekolah nantinya. Sejatinya diklat CKS diikuti sebanyak 109 peserta. Namun yang menyelesaikan pendidikan hingga tuntas hanya 104 orang. 

Muda Mahendrawan mengatakan meski pembelajaran tatap muka belum dilakukan, Diklat tetap penting karena menjadi cikal bakal penguatan kompetensi guru. Sehingga dedikasi pada dunia pendidikan tetap menggelora dengan kuat. Terlebih dengan program nasional berkonsep merdeka belajar yang sangat jelas dan mengutamakan pembangunan karakter. Mengingat setiap murid memiliki karakter, talenta, dan minat yang unik satu sama lain. 

“Tentulah pola-pola yang dilakukan ini sudah lebih banyak diskusi dan lebih banyak secara egaliter. Sehingga memberikan ruang-ruang untuk terciptanya ide-ide cemelang dan best practice yang bisa muncul baik dari kepala sekolah maupun murid-murid. Karena kepala sekolah juga dibebani dengan administratif, laporan keuangan, dan segala hal,” tuturnya.

Muda menilai konsep manajerial kepala sekolah yang sangat produktif membutuhkan kerja tim. Baik bagi semua guru yang menjadi aset yang harus dipandang, termasuk juga orang tua siswa, komite sekolah, dan semua pemangku kepentingan. 

“Para guru ini juga harus bagaimana menggali ide dan gagasan-gagasan yang terus tidak pernah berhenti dan berupaya untuk melihat dan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin cepat. Ke depan, mata pelajaran muatan lokal (Mulok) akan kita perkuat lagi untuk melahirkan gagasan dan cara-cara kreatif,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Ayub mengatakan kegiatan Diklat bagi calon kepala sekolah dilaksanakan selama tiga bulan terhitung sejak Maret 2021. Ia menerangkan Diklat menjadi rangkaian persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi kepala sekolah. 

“Jadi semua ini anggap saja mendapatkan SIM bagi mereka untuk menjadi kepala sekolah," sebutnya.

Ayub menuturkan saat penutupan Diklat CKS, masing-masing CKS menampilkan hasil karyanya selama mengikuti Diklat selama tiga bulan. Yang mana semua yang ditampilkan itu merupakan hasil PPL CKS dan karya-karya lainnya sewaktu CKS mengikuti praktikum dan masih banyak lagi karya-karya yang ditampilkan.

“Selain itu, hasil yang mereka tampilkan ini juga merupakan bagian dari kenang-kenangan mereka selama mengikuti Diklat ini,” ujarnya.

Ayub menjelaskan, setelah CKS mengikuti Diklat, pihaknya akan melaporkan hasil Diklat kepada Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Solo melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat untuk diambil kelaikan menjadi kepala sekolah.

"Karena Diklat CKS ini juga menjadi bagian dari proses seleksi untuk melahirkan kepala sekolah yang berkualitas dan memiliki jiwa pemimpin, sehingga Diklat juga merupakan syarat harus dilalui CKS untuk mendapatkan sertifikat kepala sekolah," jelasnya.

Di tempat yang sama, CKS SMPN 3 Desa Punggur Kecil kecamatan Sungai Kakap, Susanti, menyampaikan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya Diklat. Ia juga mengapresiasi para pengajar yang telah memberikan bimbingan selama pelaksanaan Diklat. 

"Banyak sekali ilmu yang kami dapatkan selama mengikuti Diklat ini, yang mana mungkin selama ini kami hanya mengira-ngira dan menerka-nerka, namun dengan mengikuti Diklat ini kami mendapatkan kepastian bagaimana kondisi ideal yang akan kami tuju dan bagaimana mendapatkan potensi ataupun tantangan serta rekomendasi yang dapat kami lakukan jika kami dipercaya menjadi kepala sekolah," ujarnya.

“Semoga apa yang telah kami terima selama Diklat ini memberikan manfaat buat kita semuanya untuk pendidikan di Kabupaten Kubu Raya," katanya melanjutkan. (rio)

JARINGAN SKPD